Pemerintah Daerah Kabupaten SarmiKabupaten Sarmi
Berita Utama

Tiga Dosa Besar Dunia Pendidikan Sarmi Yang Harus Dihapus

Diinput 01 Oktober 2026 pukul 21.55 WIT51 dilihat0 suka0 tidak suka
Tiga Dosa Besar Dunia Pendidikan Sarmi Yang Harus Dihapus
Foto Bersama Peserta Kegiatan

KOMINFO SARMI— Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarmi, Fransina Padwa, menegaskan pentingnya menghapus tiga persoalan serius yang masih menjadi ancaman dalam dunia pendidikan, yakni perundungan, kekerasan dan intoleransi.

Penegasan tersebut disampaikan Fransina saat menutup secara resmi kegiatan pendampingan bagi satuan pendidikan untuk pencegahan perundungan, kekerasan dan intoleransi yang berlangsung di Café Raisa Gracia, Lembah Neidam, Kabupaten Sarmi.Kamis,(01/10/2026)

Fransina mengatakan, tiga persoalan tersebut merupakan “tiga dosa besar” yang harus dihapus dari lingkungan pendidikan di Kabupaten Sarmi. Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap anak.

“Tiga dosa besar yang harus dihapus dari dunia pendidikan kita adalah perundungan, kekerasan dan intoleransi. Sekolah juga harus menjadi rumah kedua yang paling aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak,” tegas Fransina.

Ia menambahkan, tidak boleh ada ruang bagi segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah, baik kekerasan fisik maupun verbal. Karena itu, seluruh tenaga pendidik diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang ramah, aman dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

“Tidak boleh ada tempat bagi kekerasan, baik fisik maupun verbal. Anak-anak harus mendapatkan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Fransina juga menyampaikan apresiasi kepada dua narasumber yang telah membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada para tenaga pendidik di Kabupaten Sarmi selama kegiatan pendampingan berlangsung.

“Terima kasih kepada dua narasumber kita yang telah berbagi ilmu bagi kita di Sarmi. Terima kasih juga kepada seluruh tenaga pendidik yang sudah hadir dan mengikuti kegiatan ini,” pungkasnya.

Hadir sebagai Narasumber dalam kegiatan ini,Master Trainer Program Literasi Baca Tulis Kelas Awal Dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Papua,Rina Harwati dan Pemerhati Anak dari Unicef Papua,Alfius David Kikirit